MENU

Ditekan Tiongkok, Amnesty Internasional Minta Ozil dan Arsenal Tetap Bela Muslim Uyghurs

Ditekan Tiongkok, Amnesty Internasional Minta Ozil dan Arsenal Tetap Bela Muslim Uyghurs
Sebelumnya Pemain timnas Jerman, Mesut Ozil memberanikan diri angkat bicara terkait permasalahan dan konflik yang menyebabkan banyak kaum muslimin di China tersandera

Berkenaan komentar tersebut, menjadi picu kebangkitan umat Muslim di dunia menyuarakan hak hak asasi manusia yang sama sekali tidak dihargai dinegeri tirai Bambu tersebut, yang membuat otiritas pemerintah China terpaksa melakukan tekanan pada Ozil dan klubnya Arsenal

Namun demikian Amnesty International telah mendukung Arsenal untuk tidak "menyerah di bawah tekanan" dari Tiongkok dan meredam hak Mesut Ozil untuk kebebasan berbicara setelah 

Tekanan dari tiongkok dilaporkan sampai memboikot pertandingan The Gunners melawan Manchester City pada hari Minggu, sementara BBC melaporkan juru bicara kementerian luar negeri China mengatakan bahwa komentar Ozil salah informasi dan bahwa ia telah "ditipu oleh berita palsu".


Namun pihak klubnya Arsenal tidak mengkritik Ozil karena membuat komentar, kontroversi tersebut, alih-alih memposting di media sosial China mereka yakni Weibo dan menegaskan bahwa klub "selalu menganut prinsip-prinsip" tidak terlibat dalam politik.

Nicholas Bequelin, direktur regional Amnesty International, mengatakan pada hari Selasa sangat penting bahwa sikap Arsenal tidak berubah meskipun ditekan Tiongkok.

"Dengan pemain mereka yang cukup banyak dikritik oleh beberapa orang di China, penting bahwa Arsenal tidak menyerah di bawah tekanan dan berusaha untuk menahan hak Ozil untuk secara bebas mengekspresikan pendapatnya," katanya.  

“Mesut Ozil telah mengambil sikap penting dalam berbicara untuk mendukung mereka yang menghadapi penganiayaan brutal di Xinjiang dan intervensinya telah membantu meningkatkan kesadaran global akan situasi yang mengejutkan ini." Ujar Direktur Regional Amnesty International