MENU

Genjot Pendapatan Pajak, Impor 45.000 Kini Sudah Wajib Pajak

Genjot Pendapatan Pajak, Impor 45.000 Kini Sudah Wajib Pajak

Wacana meningkatkan pendapatan dari pajak terus menjadi target utama Pemerintahan Jokowi, kali ini Pemerintah sudah menurunkan ambang batas pajak untuk barang impor yang biasanya berada di kisaran


Pemerintah telah menurunkan batasan (threshold) bea masuk dan pajak untuk barang kiriman. Dari yang awalnya maksimal US$ 75, kini diturunkan menjadi maksimal US$ 3.


Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengatakan ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangannya. Pertama, untuk melindungi industri kecil menengah dalam negeri.


"Ini pemerintah ngasih ruang yang besar terhadap industri dalam negeri sehingga kami berharap Indonesia bisa menikmati pasar sendiri atau bermain di rumah sendiri, menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ungkap Heru di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Pertimbangan ini juga difungsikan untuk mengeliminasi kesenjangan antara pajak dalam negeri dan luar negeri


"(Aturan) ini untuk mengeliminasi kesenjangan antara produk dalam negeri yang membayar pajak dengan produk impor yang masih membanjiri pasaran Indonesia," katanya.


Diturunkannya bea masuk menjadi US$ 3 dianggap sudah pas lantaran barang-barang impor yang dominan masuk disebut berada dikisaran US$ 3,8. Sehingga nilai US$ 75 dianggap terlalu tinggi.


"Mayoritas barang impor yang masuk di bawah US$ 75 dan nilai yang paling banyak diperdagangkan oleh e-commerce itu US$ 3,8," jelasnya.