MENU

Mana Yang Lebih Baik Transfusi Darah Baru atau Darah Lama ?

Mana Yang Lebih Baik Transfusi Darah Baru atau Darah Lama ?
Djoeang - Transfusi darah memang menjadi hal yang paling dibutuhkan dalam medis moderen, bahkan beberapa rumah sakit selalu kewalahan saat berurusan dengan stok Darah yang bisa ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan

Lalu seputar pertanyaan pun timbul, mana yang lebih baik untuk transfusi darah, apakah darah yang baru didonorkan atau darah yang memang sudah distok kan sejak lama ?

Baru baru ini sebuah studi baru menemukan bahwa transfusi darah segar alias darah yang baru didonorkan tidak lebih baik daripada darah stok yang sudah disimpan selama beberapa minggu dirumah sakit

Penelitian ini melibatkan anak-anak yang sakit kritis, dimana transfusi darah segar mungkin tidak lebih baik dari darah yang telah disimpan selama beberapa minggu.

Transfusi pada anak-anak yang sakit parah biasanya diberikan untuk meningkatkan pengiriman oksigen dan mencegah kegagalan organ, 

Sebuah tim peneliti yang bekerja di 50 rumah sakit di Amerika Serikat dan lima negara lainnya mengacak 1.538 anak-anak, usia rata-rata 1,8 tahun, untuk menerima darah yang berusia kurang dari satu minggu, atau darah standar yaitu darah yang rata-rata berusia 18 hari, bahkan dalam beberapa kasus darah itu berumur 35 hingga 41 hari.  
Dimana penelitian membuktikan Sel darah dapat disimpan dengan aman hingga enam minggu.

Dan selama bulan berikutnya, mereka menemukan tidak ada perbedaan antara kedua darah berbeda usia tersebut dalam kegagalan organ progresif atau multipel.  Juga tidak ada perbedaan signifikan dalam prevalensi infeksi darah (sepsis), gangguan pernapasan akut atau mortalitas.

Menurut penelitian akhir, yang Paling utama adalah jumlah darah yang ditransfusikan kepada pasien sesuai dengan kebutuhan sang pasien