MENU

Peneliti Asing : Terkait Radikalisme Pemerintah Gunakan Pancasila Seperti Orde Baru

Peneliti Asing : Terkait Radikalisme Pemerintah Gunakan Pancasila Seperti Orde Baru

Radikalisme sudah menjadi topik pembicaraan hangat di beberapa tahun terakhir, meski belum ada defenisi konstitusi terkait radikalisme namun pendukung Pemerintah dan Pemerintah sendiri kerap kali mengkampanyekan isu ini.


Hal ini lah yang di ungkap Oleh Peneliti Lembaga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda (KITLV), Ward Berenschot mengakui bahwa radikalisme merupakan hal yang dikhawatirkan Pemerintah namun memiliki defenisi yang luas sehingga masyarakat bisa menjadi target utana dari hal ini.


"Kekhawatiran sekarang adalah definisi radikalisme terlalu luas," ujar Berenschot dalam sambungan telepon dari Belanda di acara diskusi Outlook Demokrasi LP3ES di ITS Tower, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (21/12/2019).


Karena definisinya semakin luas, kata dia, maka kelompok masyarakat yang punya gagasan tak sesuai dengan kebijakan pemerintah menjadi target. "Pemerintah sedang menggunakan Pancasila seperti dulu Orde Baru," katanya.


"Akibat definisi yang terlalu luas, kampanye ini bisa mempersulit debat publik dan civil society di Indonesia," tambahnya